Provinsi Sumatera Barat tak lepas dari suku yang
memiliki banyak tradisi yaitu Suku Minangkabau. Suku ini juga sering disebut
Minang atau Orang Padang. Orang-orang Minang sangat kuat dalam memeluk agama
Islam. Walaupun begitu, Minang tetap terkenal sebagai suku dengan
adat-istiadatnya. Minang memiliki banyak keunikan yang membuat Indonesia
semakin kaya akan budayanya. Berikut rangkuman tradisi unik yang dimiliki orang
Minang.
1.
Makan Bajamba
Sejak abad ke-7, tradisi makan bajamba
diperkirakan masuk ke Sumatera Barat. Tradisi makan-makan ini dilakukan
bersamaan oleh masyarakat Minang. Tradisi makan bajamba biasanya didasarkan
atas ajaran Islam. Hal ini disebabkan karena saat makan bajamba masuk dibarengi
juga oleh masuknya agama Islam ke Tanah Minang. Seseorang hanya boleh makan
atau mengambil makanan yang berada di hadapannya setelah orang yang lebih tua
mengambilnya lebih dahulu, itu merupakan salah satu adab dalam tradisi makan
bajamba.
Adab yang lain yang dilakukan yaitu
pengambilan nasi dilakukan dengan tangan kanan dan hanya diambil sesuap saja. Adab
selanjutnya yaitu setelah nasi ditambah sedikit lauk, kemudian dimasukkan ke
dalam mulut dengan cara melempar dengan jarak yang dekat.
2.
Batagak Kudo-kudo
Membangun rumah, merupakan salah satu
tradisi yang masih kental sampai saat ini di Tanah Minang. Pembangunan ini
dilakukan semacam dalam bentuk upacara yang dinamakan upacara batagak
kudo-kudo. Rangkaian kegiatan tradisi ini begitu panjang dan menjadi ciri khas
masyarakat Minang dalam membangun rumah. Sebuah rumah yang baru dibangun
kemudian dipasang kuda-kuda, itulah sebenarnya kegiatan yang ada dalam upacara
Batagak Kudo-Kudo ini.
Upacara yang mengundang masyarakat atau
orang kampung dan sanak saudara ini mirip dengan dengan “baralek”. Hal unik
lainnya dalam tradisi ini yaitu sanak saudara atau tamu undangan memberikan
kado berupa atap rumah kepada pemilik rumah yang baru.
3.
Pacu Jawi
Dalam adat Tanah Minang disebut juga Pacu
Sapi, ini merupakan tradisi berupa atraksi kebudayaan yang sangat terkenal dari
Sumatera Barat. Para petani dan masyarakat sekitar Tanah Datar ini memanfaatkan
waktu setelah panen tiba untuk melakukan Pacu Jawi ini, itulah awal mula
tradisi ini berada. Dalam 3 kali setahun di Tanah Datar biasanya mengadakan
tradisi Pacu Jawi ini. Madura terkenal dengan balapan sapinya yang juga
merupakan tradisi dari Madura, oleh karenanya banyak yang mengira Pacu jawi ini
adalah tradisi yang dilakukan oleh Madura. Namun pada kenyataannya tradisi ini
mirip dengan Karapan Sapi tapi dari Tanah Minang dan tetap memiliki perbedaan
dengan Madura.
4.
Pacu Itiak
Tradisi ini merupakan tradisi berbentuk
perlombaan pacu itik dengan melemparkannya sehingga itik terbang menuju garis
finish. Pemenang dalam perlombaan pacu itik ini yaitu itik yang lebih dulu
mencapai garis finish, biasanya panjang satu lintasan pacu itik ini 800 meter. Dalam
pacuan ini itik mampu terbang sampai dua kilometer. Tentu menjadi suatu
kegiatan yang meningkatkan antusiasme masyarakat setempat ataupun masyarakat
dari luar Minang.
5.
Tabuik
Tabut, itulah nama lain dari tabuik dalam
bahasa Indonesia. Tradisi ini semacam arak-arakan ataupun perayaan. Tradisi tabuik
dilakukan dalam rangka memperingati Asyura, yang dilakukan oleh orang-orang
Minang di bagian masyarakat daerah pantai Sumatera Barat. Dalam festival ini menampilkan
kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol.

