5 Tradisi Unik Orang Minang Yang Belum Banyak Orang Tahu

Provinsi Sumatera Barat tak lepas dari suku yang memiliki banyak tradisi yaitu Suku Minangkabau. Suku ini juga sering disebut Minang atau Orang Padang. Orang-orang Minang sangat kuat dalam memeluk agama Islam. Walaupun begitu, Minang tetap terkenal sebagai suku dengan adat-istiadatnya. Minang memiliki banyak keunikan yang membuat Indonesia semakin kaya akan budayanya. Berikut rangkuman tradisi unik yang dimiliki orang Minang.

1.       Makan Bajamba
Sejak abad ke-7, tradisi makan bajamba diperkirakan masuk ke Sumatera Barat. Tradisi makan-makan ini dilakukan bersamaan oleh masyarakat Minang. Tradisi makan bajamba biasanya didasarkan atas ajaran Islam. Hal ini disebabkan karena saat makan bajamba masuk dibarengi juga oleh masuknya agama Islam ke Tanah Minang. Seseorang hanya boleh makan atau mengambil makanan yang berada di hadapannya setelah orang yang lebih tua mengambilnya lebih dahulu, itu merupakan salah satu adab dalam tradisi makan bajamba.
Adab yang lain yang dilakukan yaitu pengambilan nasi dilakukan dengan tangan kanan dan hanya diambil sesuap saja. Adab selanjutnya yaitu setelah nasi ditambah sedikit lauk, kemudian dimasukkan ke dalam mulut dengan cara melempar dengan jarak yang dekat.

2.       Batagak Kudo-kudo
Membangun rumah, merupakan salah satu tradisi yang masih kental sampai saat ini di Tanah Minang. Pembangunan ini dilakukan semacam dalam bentuk upacara yang dinamakan upacara batagak kudo-kudo. Rangkaian kegiatan tradisi ini begitu panjang dan menjadi ciri khas masyarakat Minang dalam membangun rumah. Sebuah rumah yang baru dibangun kemudian dipasang kuda-kuda, itulah sebenarnya kegiatan yang ada dalam upacara Batagak Kudo-Kudo ini.
Upacara yang mengundang masyarakat atau orang kampung dan sanak saudara ini mirip dengan dengan “baralek”. Hal unik lainnya dalam tradisi ini yaitu sanak saudara atau tamu undangan memberikan kado berupa atap rumah kepada pemilik rumah yang baru.

3.       Pacu Jawi
Dalam adat Tanah Minang disebut juga Pacu Sapi, ini merupakan tradisi berupa atraksi kebudayaan yang sangat terkenal dari Sumatera Barat. Para petani dan masyarakat sekitar Tanah Datar ini memanfaatkan waktu setelah panen tiba untuk melakukan Pacu Jawi ini, itulah awal mula tradisi ini berada. Dalam 3 kali setahun di Tanah Datar biasanya mengadakan tradisi Pacu Jawi ini. Madura terkenal dengan balapan sapinya yang juga merupakan tradisi dari Madura, oleh karenanya banyak yang mengira Pacu jawi ini adalah tradisi yang dilakukan oleh Madura. Namun pada kenyataannya tradisi ini mirip dengan Karapan Sapi tapi dari Tanah Minang dan tetap memiliki perbedaan dengan Madura.

4.       Pacu Itiak
Tradisi ini merupakan tradisi berbentuk perlombaan pacu itik dengan melemparkannya sehingga itik terbang menuju garis finish. Pemenang dalam perlombaan pacu itik ini yaitu itik yang lebih dulu mencapai garis finish, biasanya panjang satu lintasan pacu itik ini 800 meter. Dalam pacuan ini itik mampu terbang sampai dua kilometer. Tentu menjadi suatu kegiatan yang meningkatkan antusiasme masyarakat setempat ataupun masyarakat dari luar Minang.

5.       Tabuik
Tabut, itulah nama lain dari tabuik dalam bahasa Indonesia. Tradisi ini semacam arak-arakan ataupun perayaan. Tradisi tabuik dilakukan dalam rangka memperingati Asyura, yang dilakukan oleh orang-orang Minang di bagian masyarakat daerah pantai Sumatera Barat. Dalam festival ini menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol.


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==