
Menjadi anak rantau merupakan suatu idaman bagi
sebagian anak muda, khususnya para pria yang lebih senang dengan
kekebasan, tidak sedikit pula kaum hawa juga menginginkan akan hal ini. alasan yang paling umum mengapa
kawula muda ingin merantau adalah mencari uang atau bekerja. Susah senangnya
jadi perantau tergantung pada individu dalam menyikapinya, dari gaya hidup
seperti apa yang mereka biasakan.
Lalu bagaimana jika menjadi anak rantau untuk melanjutkan studi atau kuliah? Dari segi pendapatan yang belum bekerja menjadi keluh kesah utama anak mahasiswa, sehingga ketika sedang ’tanggal tua’ banyak yang beralih pikiran bahwa menjadi anak rantau tidaklah seenak hidup dengan keluarga, apalagi jika dilanda susah seperti hadirnya tanggal tua. Tidak perlu khawatir. Berikut lima tips bagi anak kita anak rantau baik pekerja maupun mahasiswa yang jauh dari sanak saudara.
Lalu bagaimana jika menjadi anak rantau untuk melanjutkan studi atau kuliah? Dari segi pendapatan yang belum bekerja menjadi keluh kesah utama anak mahasiswa, sehingga ketika sedang ’tanggal tua’ banyak yang beralih pikiran bahwa menjadi anak rantau tidaklah seenak hidup dengan keluarga, apalagi jika dilanda susah seperti hadirnya tanggal tua. Tidak perlu khawatir. Berikut lima tips bagi anak kita anak rantau baik pekerja maupun mahasiswa yang jauh dari sanak saudara.
1. Batasi
uang harian
Yap ini perlu sekali buat kita yang mempunyai uang
pas pasan harus mulai ‘perhitungan’ dengan makan sehari hari. Dengan membatasi
uang harian kamu dapat mengontrol pengeluaran yang biasanya membengkak di akhir
bulan. Tipsnya mudah kok, apabila kita
telah membatasi uang harian sejumlah X
maka beli kebutuhan yang sekiranya tidak melebihi nominal X. Keuntungannya jika
kita menggunakan uang tersebut dibawah nominal X jangan langsung bersenang
terlebih dahulu , lebih baik sisa uang
harian bisa ditabung untuk menyambut
tanggal tua.
2. Menabung
Ini merupakan cara turun temurun gengs. Dari jaman
lagu 90an sudah beredar lagu ajakan menabung. So pasti kamu harus rajian
menabung meski sudah gede. Karena tanpa disadari dengan membiasakan menabung
membuat kita semakin hemat.
3. Gunakan Prinsip Ekonomi Versi Anak Rantau
Sedikit berlebihan memang, namun tidak ada salahnya
apabila mempunyai prinsip ekonomi tersendiri. Pada dasarnya prinsip ekonomi
yaitu mendapatkan hasil yang banyak dengan pengeluaran sedikit, tidak jauh
berbeda untuk menghemat keuangan perlu kita mencari tempat – tempat yang recomended. Biasanya secara naluri anak
rantau sangat pandai dalam memilih tempat yang murah dan ‘menyenangkan’. Seperti
contoh memlih tempat makan yang pelayanannya prasmanan, jadi kita bisa
mendapatkan makanan sesuai porsi yang diinginkan.
4. Mulailah menerapkan Reward dan Punishment
Ini bisa menjadi pancingan yang ampuh agar hidup
kita lebih bersemangat. Bagaimana bisa? Untuk kita yang mempunyai target-target
dalam hidup, sangat cocok menggunakan reward
dan punishment sebagai suntikan
motivasi dengan low budget . Caranya, apabila kita telah memenuhi suatu
target maka kita bisa menggunakan hak reward
sebagai imbalannya, seperti contoh bisa sekali-kali memanjakan lidah supaya apa yang telah
diperjuangkan seakan berkesan, tentunya memperhatikan tips yang pertama diatas.
Lalu punishment itu seperti apa? Ga usah
khawatir punishment bukan berarti
kita harus push up ala ala. Namun ini
memiliki arti tunda dulu kalau targetmu belum tercapai, dan tetap berhemat.
5. Kesempingkan Keinginan
Cocok banget buat yang suka belanja, ini bisa
digunakan sebagai kontrol diri untuk menghemat keuangan. Bijaklah dalam membeli
sesuatu dan usahakan berdasarkan kebutuhan, karena ini lebih bermanfaat dan
menghilangkan sifat menghambur hamburkan uang. Jangan sampai kamu kalap akan
keinginan dan nantinya barang yang sudah terbeli tidak terpakai. Jadi kita
harus mulai bisa memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan.(Awal
Faizin)
