NO TICKET NO GAME


NO TICKET NO GAME
 
Sleman adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di kaki Gunung Merapi yang bersuhu sejuk dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Sleman punya satu tim kebanggan yang bernama PSS SLEMAN, sebuah tim yang berkompetisi di kasta ke2 sepakbola Indonesia. PSS SLEMAN mempunyai pendukung setia dimanapun PSS SLEMAN bertanding mereka slalu ada untuk memberi dukungan.

“NO TICKET NO GAME” Telah menjadi tradisi sebagai anggota Brigata Curva Sud untuk membeli tiket pertandingan. Gerakan positif untuk menghargai kebanggaan dengan usaha  sendiri untuk membeli tiket. Gerakan ini juga untuk mengapresiasi pemain dan sekaligus membantu keuangan klub. Ini adalah salah satu cara BCS (Brigata Curva Sud) untuk menghargai tim kebanggaan dan membantu finansial klup yang mereka cintai.

Setiap pertandingan anggota BCS wajib membeli ticket, bahkan ticket untuk BCS sudah di jatah oleh panitia pertandingan dan di setorkan ke CSS(Curva Sud Shop) selalu ludes dalam beberapa jam saja.
Di setiap PSS SLEMAN berlaga selalu penuh sesak BCS di tribun selatan atau lebih di kenal dengan tribun kuning karena warna tribunnya berwarna kuning dan di situlah tribun wajib BCS. Hal inilah yang memberikan kesan mistis di Stadion Maguoharjo Sleman Yogyakarta karena BCS selalu bernyanyi dan berdiri 2x45 menit memberi dukungan kepada tim kebangaan dan memberikan pressure kepada tim lawan.

BCS terbagi menjadi banyak komunitas, 1 komunitas di jatah supaya tidak ada pencaloan dan merugikan member BCS dan sekaligus merugikan finansial klub.

Dan ini manfaat jika semua seporter di Indonesia melakukan hal yang sama seperti BCS :
1.      Membantu finansial klup yang di belanya
2.      Menghargai panitia penyelenggara yang sudah susah payah menyetak ticket
3.      Dan meminimalisir calo yang beredar
4.      Mengapresiasi pemain dan official yang sedang bertanding
5.      Menjaga kondusifitas di dalam tribun penonton


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==