Mulai Pudar Bahasa Jawa dalam Kehidupan Sehari-hari

😢😢😢
Bahasa pergaulan kita dalam kehidupan sehari-hari adalah Bahasa Jawa. Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan suku bangsa Jawa. Bahasa yang merupakan warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Dalam penggunaan Bahasa Jawa harus memperhatikan tingkatan orang yang diajak bebicara, karena Bahasa Jawa terdiri atas beberapa tingkatan, salah satunya adalah yaitu Krama Inggil meluntur dengan zaman modern seperti ini. Bahasa yang digunakan orang lebih muda kepada yang lebih tua ini, sebagai tanda menghormati. Namun dalam kehidupan sehari-hari tampak jelas bahwa anak-anak sekarang sudah tidak menggunakannya. Entah kesulitan dalam penggunaanya atau bagaimana yang jelas mereka jarang menggunakan Krama Inggil lagi. Banyak yang mengatakan bahwa “Wong Jawa tapi ora Jawani”, itulah yang sering diungkapkan oleh masyarakat Jawa.

Hanya sedikit dalam penggunaannya, seperti “enggeh, dalem”. Itu hanya sepenggal kata yang bisa diucapkan oleh anak-anak jaman sekarang. Pelajaran Bahasa Jawa yang ada di Sekolah-Sekolah hanya sebagai sarana saja. Dalam pengaplikasianya, anak-anak tetap saja menggunakan Bahasa Jawa ngoko atau bahasa Indonesia biasa. Mungkin karena lebih mudah dalam mengucapnya, sehingga anak-anak sekarang lebih suka menggunakan bahasa tersebut. Ataupun pihak sekolah juga tidak mempertegas melestarikan Krama Inggil ini, karena bagi sekolah lebih baik menggunakan Bahasa Indonesia yang mudah. Tidak jarang pula Guru Bahasa Jawa jika sedang mengajar masih tetap menggunakan Bahasa Indonesia. Selain itu ada juga Guru Mapel Bahasa Jawa dapat tidak dari lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Jawa yang penting berkompeten, ini menunjukkan bahwa Guru yang penting bisa mengajar saja.



Selain itu sangat penting juga peran orang tua untuk selalu membiasakan anaknya untuk berkomunikasi dengan meggunakan Bahasa jawa krama

Sebenarnya dalam bahasa Jawa tercermin adanya norma-norma susila, tata krama, menghargai yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Seseorang sering menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari, tetapi sering lupa bahwa terdapat tingkat tutur penggunaan bahasa Jawa yang dikenal sebagai penerapan unggah-ungguh.Dampak negatif dari adanya pendangkalan bahasa Jawa di kalangan pemuda Jawakini mulai terasaakibatnya. Banyak remaja atau pemuda yang tidak tahu penerapan sopan santun kepada mereka yang lebih tua, atau yang seharusnya dihormati. Hal yang lebih memalukanbila mereka menggunakan bahasa Jawa krama halus untuk dirinya sendiri (dirinya sendiri dibahasa kramakan).

Lunturnya bahasa Jawa membuat kualitas budi pekerti dan tata krama para pemuda di Jawa semakin menurun. Karena cenderung tidak bisa berbahasa Jawa halus mereka lebih memilih berbahasa Indonesia yang dianggap lebih mudah. Oleh karena itu, pendidikan berbahasa Jawa yang baik dan benar perlu ditanamkan sejak dini supaya bahasa Jawa tetap terjaga kelestariannya dan karakteristik mayarakat suku Jawa yang dikenal berbudi luhur dan memiliki tata krama yang baik tetap terjaga

Kids jaman now boleh, tapi jangan lupa budaya, etika sopan santun yaaaa😁💕
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==