Bahaya Maraton Serial TV Bagi Kesehatan
Selamat pagi
Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu. Siapa nih yang suka nonton drama korea atau serial india? Kalau
Anda salah satunya, ini artinya Anda sedang melakukan binge watching alias
maraton serial TV. Walaupun seru, kebiasaan ini nyatanya tidak baik untuk
kesehatan, lho! Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.
Apa itu binge watching?
Pernahkah
Anda menghabiskan akhir pekan hanya dengan duduk sambil menonton serial TV
favorit Anda? Jika iya, berapa lama waktu yang Anda habiskan hanya untuk
menikmati film yang disajikan? Satu jam atau mungkin sampai tiga jam lebih?
Dilansir
dari Reader’s Digest, sebuah survei menunjukkan bahwa sebanyak 61 persen orang
di dunia melakukan binge watching alias maraton serial TV. Seseorang dapat
dikatakan melakukan binge watching jika ia terbiasa menonton serial antara dua
sampai enam episode berturut-turut, tanpa jeda.
Terkadang
kebiasaan ini cenderung dinilai seru dan menyenangkan. Sebagian orang justru
menanti-nanti waktu akhir pekan untuk sekadar melepas penat lewat sajian
televisi yang menarik. Pada kenyataannya, beberapa ahli justru tidak yakin
bahwa binge watching adalah kebiasaan yang baik untuk otak dan tubuh Anda.
Ketika
Anda menonton serial TV favorit hingga beberapa episode berturut-turut, otak
akan melepaskan zat kimia yang disebut dopamin alias hormon senang. Semakin
lama Anda menontonnya, otak akan terus memproduksi hormon tersebut sehingga
membuat Anda semakin bahagia dan berujung pada ketagihan.
Kondisi
ini jadi semacam siklus. Ketika Anda berhenti nonton serial TV, kadar dopamin
akan mulai berkurang secara perlahan. Akibatnya, Anda akan kembali melakukan
hal yang sama untuk memasok hormon bahagia tersebut. Itulah mengapa Anda jadi
kecanduan nonton serial drama Korea atau serial TV lainnya.
Apa saja bahaya nonton serial TV secara
maraton?
Efek
negatif dari nonton serial TV secara maraton yang paling jelas adalah membuat
kecanduan. Misalnya saja, Anda berniat menonton tiga episode saja, tapi tanpa
disadari Anda sudah menghabiskan enam episode dalam satu waktu. Lama-lama, ini
bisa membuat Anda menjadi malas beraktivitas, bahkan malas bergaul hingga
menjadi asosial.
Menurut
sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association,
orang dewasa yang nonton serial TV selama lebih dari tiga jam setiap hari
berisiko tinggi mengalami kematian dini. Pasalnya, duduk terlalu lama dapat
memicu berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit, jantung, hingga kanker.
Tidak
hanya pada orang dewasa, kebiasaan nonton TV juga tidak baik untuk anak-anak.
Menurut sebuah studi pada tahun 2015, anak-anak TK (taman kanak-kanak) yang
terbiasa menonton TV selama satu sampai dua jam setiap harinya berisiko 50
sampai 60 persen mengalami kelebihan berat badan. Bahkan, sebanyak 58 sampai 73
persen anak-anak berisiko mengalami kegemukan lebih awal dibandingkan teman
sebayanya.
Nonton
serial TV nyatanya juga mengganggu kesehatan mata anak. Hal ini dibuktikan oleh
ASAPScience yang menemukan bahwa anak-anak yang sering nonton TV cenderung
mengalami miopia atau rabun jauh.
Apa
yang harus dilakukan agar tidak kecanduan nonton serial TV?
Pada
dasarnya, tidak semua kebiasaan nonton serial TV membahayakan kesehatan. Selama
Anda melakukannya hanya untuk mengisi waktu luang di akhir pekan, hal ini
sebenarnya sah-sah saja untuk dilakukan.
Sebaliknya,
jika Anda maraton serial TV sampai menghalangi aktivitas dan interaksi dengan
orang sekitar, ini artinya Anda sudah mulai menarik diri dari lingkungan
sosial. Nah, inilah saatnya Anda harus istirahat untuk menenangkan pikiran.
Sebelum
mulai menonton, batasi jumlah episode yang akan Anda tonton dalam satu waktu.
Setidaknya, cukup dua sampai tiga episode saja agar tidak membuat Anda
kecanduan. Ingat, cobalah untuk bersikap konsisten dengan jadwal yang Anda
buat. Secara perlahan, ini akan membantu Anda terlepas dari bayang-bayang
bahaya nonton serial TV yang berlebihan.
Sumber:

