Jenang Pecel



Pasti di benak temen-temen terfikir jenang kok dimakan dengan pecel yaa? Bagaimana rasanya? Penasarankah? Yuk kita bahas bersama 😍😁

            Jenang yang digunakan disini bukan jenang seperti yang dijajakan di kudus, akan tetapi jenang itu sebutan bubur di boyolali. Jenang yang dimaksud disini sebenarnya adalah bubur sumsum (yang terbuat dari tepung beras). Untuk komponen pecelnya sama saja, terdiri dari aneka macam sayuran rebus yang kemudian diguyur dengan sambal kacang. Anda akan menemukan sensasi rasa yang unik ketika pecel yang teksturnya kaya berpadu dengan bubur sumsum yang lembut dan lumer di mulut.



            Jenang pecel ini adalah makanan tradisional khas dari Boyolali, tapi sayangnya sekarang sudah makin susah ditemukan. Jenang pecel biasanya dijajakan di warung-warung kecil yang ada di perkampungan penduduk, namun ada juga penjual keliling yang pakai gendongan. Terasa makin sedap ketika disajikan di atas pincuk, alas makan dari daun pisang. Penggunaan daun pisang akan memberikan aroma khas tersendiri yang bisa menambah selera makan. Makanan yang merakyat, enak dan murah meriah, selain itu makanan khas Boyolali ini menyehatkan loh.




            Namun jika anda ingin mencicipi kuliner tradisional ini tidak perlu pusing mencari hingga ke Boyolali. Anda dapat membuatnya sendiri di rumah. Untuk sayuran yang digunakan sama seperti olahan pecel pada umumnya yaitu bayam, tauge atau kecambah, daun kenikir, wortel dan kacang panjang. Bagi masyarakat Boyolali ada juga yang menambahkan daun adas. Sambal kacang juga mudah untuk dibuat yaitu dengan menggunakan jeruk purut, kencur, bawang putih, cabe, gula jawa, kacang tanah yang telah digoreng sebelumnya, dan air asam jawa. Sebagai tambahan lauk anda bisa menikmatinya dengan tempe mendoan, ikan asin, atau hanya dengan kerupuk.


Selamat mencoba 💕

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==