Solusi Baru Petani Bersaing Di Era Digital
Pendiri
platform digital, Pak Tani Digital, Mahendra Sitepu membantah bahwa
perkembangan teknologi digital dapat menggerus usaha pertanian. Berbagai
platform penjualan daring yang sudah ada, seperti PakTaniDigital justru dapat
dimanfaatkan oleh petani untuk memperluas pasarnya.
Namun,untuk dapat lihai
memperluas pasar di era digital, langkah awal yang bisa dilakukan petani adalah
dengan mulai aktif ber media sosial. Hal ini agar para petani menjadi lebih
melek teknologi serta dapat mempelajari potensi perluasan jaringan bisnis
secara daring.
"Walaupun
masih banyak petani kita gaptek (gagap teknologi), tidak masalah itu masalah
waktu saja. Nah makanya kita sarankan petani mulai sekarang mulailah bersosial
media yang sehat," ungkapnya ketika ditemui Merdeka.com di Acara Asian
Agriculture and Food Forum (ASAFF), di JCC, Mahendra kini tengah aktif
memberi edukasi kepada petani agar semakin melek teknologi dan juga menguasai
digital marketing. "Strategi kita menggunakan rantai-rantai informasi yang
dekat dengan petani. Di kelompok tani di dalam pasti ada anggota yang tidak
gaptek, biar peluang makin terbuka. Walaupun belum menggembirakan itu masalah
waktu saja," imbuh Mahendra.
"Strategi kita
dengan aktif di sosial media. Kita bikin lomba foto pertanian pakai handphone.
Biar nanti mereka bisa mengajarkan petani untuk upload. Game pertanian, video
pertanian. Pakai handphone semua," jelasnya. Petani dengan layanan
platform digital ini dapat secara gratis mengiklankan produk pertanian. Pembeli
juga dimudahkan untuk berkomunikasi langsung dengan petani yang mau dia beli
produknya. "Di sini petani bisa beriklan. Misalnya ini selada sudah 1.700
kali dilihat, Bawang merah dilihat 500 kali. Bisa dilihat harganya sekian,
detailnya bisa dilihat, map-nya bisa dilihat, bisa ditelepon langsung, social
media petani yang bersangkutan," ujarnya.
Dia
berharap, petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil
pertaniannya. "Pengalaman kita lihat waktu platform e-commerce seperti
Bukalapak, dan Tokopedia menunjukkan kesuksesan model yang sama bisa diterapkan
di pertanian," tandasnya.
