Pakai Make Up Tapi Malah Terlihat Tua dan Ngga PD? Simak Yuk Kesalahannya Dimana!!!
Kosmetik ibarat pedang bermata
dua. Jika digunakan dengan tepat, bisa mengingkatkan kepercayaan diri dengan
menonjolkan fitur terbaik wajah Anda dan membuat kulit kita nampak sehat
bercahaya seperti terlihat muda dari umur Anda sekarang. Namun sebaliknya,
kesalahan dalam mengaplikasikan item-item makeup dapat membuat wajah terlihat
beberapa tahun lebih tua dan menor. Jangan sampai hal itu terjadi, dengan
menghindari kesalahan berikut ini:
- Tidak pakai foundation
Banyak orang mengira, semakin tua
usia, makin banyak make up yang dibutuhkan untuk meremajakan penampilan.
Padahal, seringkali yang terjadi sebaliknya. Kita memakai make up terlalu
"berat" sehingga wajah tidak segar. Salah satu kosmetik yang
seharusnya tidak boleh dilewatkan adalah foundation. Foundation atau yang lebih
dikenal secara umum sebagai alas bedak memiliki fungsi bukan hanya untuk lebih
merekatkan bedak pada wajah tetapi juga untuk menutup kekurangan kecil yang
mungkin terdapat pada wajah anda, misalnya semacam flek atau bintik hitam. Menurut
make up artist Melissa Silver, malas pakai foundation akan membuat tone kulit
jadi kusam dan terlihat tidak rata. Pilih foundation yang tepat. Jika kulit
kamu berminyak, gunakan foundation berbentuk powder. Untuk kulit kering, pilih
yang bentuk cair atau tinted. Pemilik kulit normal atau kombinasi bisa memakai
formula yang dianggap paling nyaman.
- Salah pakai warna blush on
Gunakan warna perona pipi yang
senada dengan warna lipstik, sehingga terlihat ada harmoni. Untuk penampilan
yang segar pilih warna yang lembut dan sapukan tipis-tipis.
- Concealer terlalu tebal
Kosmetik yang satu ini memang
efektif menutupi noda bekas jerawat, kantung mata, atau warna kulit yang tidak
rata. Tetapi gunakan secukupnya saja di bagian wajah yang ingin dikoreksi.
Untuk bagian di sekitar mata, sebaiknya gunakan dulu krim mata agar kulit
terlihat lembab.
- Pakai eyeliner di bagian bawah
mata saja
Hindari memakai eyeliner hanya di
bagian bawah mata saja karena akan membuat penampilan mata terlihat turun.
Pemilihan jenis eyeliner juga harus diperhatikan, pilih berbentuk pensil dan gunakan
tipis-tipis saja agar hasilnya natural.
- Tidak membentuk alis
Sempurnakan riasan Anda dengan
merapikan dan membentuk alis. Sebagai permulaan, bentuk alis mengikuti bentuk
alaminya, yaini lebih tebal di pangkal hidung, sedikit naik di tengah, lalu menipis
di bagian ujung.
Si Kecil Ingin Memakai Makeup? Perhatikan Hal Ini agar Terjamin
Keamanannya
Anak kecil biasanya memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi saat ia mulai bertanya hal-hal yang ia lihat, dengar, amati
dan sebagainya. Ketika melihat Ibunya rutin menggunakan makeup setiap hari,
bisa membuat anak ikut penasaran dan ingin turut mencoba yang dari awalnya cuma
melihat dan selanjutnya bertanya-tanya tentang itu ini sambil menunjukkan
barangnya. Memakai make up merupakan tanda bahwa seorang anak mulai menarik
diri dari orang tua dan jadi lebih berfokus kepada teman-temannya. Memakai make
up sendiri membuatnya tampak sebagai seorang gadis remaja yang sedang
mengeksplorasi diri dan penampilannya agar lebih menarik di depan
teman-temannya. Hal ini tentu saja dipandang orang tua sebagai sebuah masalah
terutama ketika umur anak mereka masih terlalu muda, namun ketika anak umur 10
tahun bisa kita kenalkan sedikit tentang beberapa alat makeup yang cocok untuk
seumuran tersebut beserta fungsinya. Seiring perkembangan zaman, sosok anak
kecil yang tertarik dengan makeup tampaknya memang sudah cukup umum terjadi.
Hal ini bisa dibuktikan dengan hadirnya beberapa beauty influencer cilik di
media sosial. Seperti fha.zara di Instagram atau Aisyah Laila yang sudah
menjadi makeup artist sejak berusia 13 tahun. Pada beberapa kesempatan, banyak
orangtua yang juga merias wajah anaknya untuk keperluan pentas terutama saat si
kecil mengikuti lomba atau kegiatan lainnya. Dan tentu saja, makeup yang
digunakan pada anak biasanya adalah produk makeup yang juga digunakan oleh
orang dewasa. Lalu bagaimana dengan standar keamanannya? Agar si kecil tetap
aman bermakeup, pastikan kamu turut memerhatikan berbagai hal berikut!
Bahan-Bahan Berbahaya
Produk makeup biasanya mengandung
bahan-bahan kimia dalam formulanya. Nah, beberapa bahan kimia ini dapat
menimbulkan reaksi alergi atau iritasi pada kulit orang dewasa yang sensitif.
Kalau orang dewasa saja bisa terkena reaksinya, apalagi kulit anak kecil yang
cenderung lebih sensitif. Oleh sebab itu, Ibu harus memperhatikan kandungan
bahan kimia dalam produk makeup yang akan digunakan oleh anak. Produk makeup
khusus anak pun harus tetap diperiksa karena tetap memiliki kemungkinan
mengandung bahan berbahaya. Berikut kandungan berbahaya yang harus dihindari;
·
Arsenik: Bahan ini kerap ditemukan di
produk-produk face paint. Jika terkena kulit dalam dosis besar dapat
menimbulkan reaksi penolakan hingga risiko kanker.
·
Paraben: Bahan ini cukup umum digunakan dalam
produk makeup. Namun ada potensi bisa menganggu sistem hormon dan imunitas
tubuh.
·
Volatile organic compounds (VOLs): Sering
ditemukan di produk-produk makeup seperti lip balm dan lip gloss. Zat ini
memiliki sifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
·
Fragrance: Kandungan parfum atau pewangi banyak
ditemukan dalam produk makeup khusus anak. Bahan ini dapat menimbulkan reaksi
alergi dan iritasi.
·
Silica: Biasa digunakan untuk mengentalkan
formula produk makeup. Dapat bersifat racun bagi hati, ginjal, dan saluran
pernapasan.
Lakukan Antisipasi
Jika kamu ingin mengizinkan si
kecil bermain-main dengan makeup Anda harus selalu mendampingi penggunaannya,
jangan sampai dilepas begitu saja, karena dari segi nalar anak belum cukup
untuk mengontrol apa-apa yang dia senangi, percampuran produk-produk yang bisa
menimbulkan bahaya atau hal-hal mengerikan yang lain. Dalam hal merias anak
untuk keperluan tertentu, pastikan kamu melakukan langkah di bawah ini sebagai
bentuk antisipasi dari risiko iritasi:
·
Beli produk yang aman. Produk makeup dengan
label “natural” dan “organik” belum tentu sepenuhnya aman, jadi tetap periksa
lagi bahan yang terkandung di dalamnya. Pilihlah produk dengan bahan yang lebih
sedikit dan tidak mengandung bahan berbahaya.
·
Hindari makeup tebal. Aplikasikan makeup
tipis-tipis saja agar pori-pori kulit anak tidak tersumbat dan memastikan kulit
tetap bisa bernapas.
·
Perawatan kulit yang benar. Anak kecil tentu
belum membutuhkan berbagai macam produk skin care. Namun, pastikan kamu
membantunya membersihkan makeup dengan benar menggunakan pembersih wajah dan
sabun khusus wajah.
·
Tetap waspada iritasi. Jika terjadi reaksi
ringan pada kulit seperti muncul kemerahan, hentikan penggunaan produk makeup
pada anak. Jika reaksi yang muncul cukup parah seperti gatal-gatal dan bengkak,
segera konsultasi dengan dokter.
Untuk anak dibawah
umur 10 tahun sebaiknya hanya dikenalkan dengan alat makeup dan kegunaannya,
