PASUKAN ORANYE DAN DAMKAR CARI BUAYA


PASUKAN ORANYE DAN DAMKAR CARI BUAYA DI PERAIRAN DKI

Buaya yang muncul di perairan Jakarta membuat Pemprov DKI ikut turun tangan dan 4000 ribu petugas pasukan oranye UPK Badan Air diturunkan untuk mencari yang berkeliaran itu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Isnawa Adji menyampaikan bahwa tidak hanya buaya saja Hewan lian seperti ular atau pun biawak yang membahayakan manusia juga ditangani untuk dibiarkan hidup jauh dari lingkungan aktivitas warga.
Hasil konfirmasi dari Isnawa bahwa Intinya kami kan punya 4150 pasukan oranye di kali, sungai, waduk, dan danau ya kan. Selain kami imbau untuk hati-hati karena mereka sering ketemu ular, biawak. Ular kan paling banyak di semak-semak.pasukan oranye yang turun tidak dimaksudkan melakukan aksi penangkapan yang dinilai berbahaya. Tetap harus berkoordinasi dengan pihak terkait yang terbilang mampu menangani buaya.
Timnya Pak Bejo Damkar kan lagi turun, tim nya lagi di Grogol melakukan penyisiran. Nah kalau saya mungkin akan kerahkan pasukan oranye untuk mengamati. Jangan sampai fenomena ini ada di Jakarta lagi, tetap harus dicek, diwaspadai kan. Dan saya nanti minta kalau di kali penghubung kan kecil, tapi kalau dia di sungai-sungai yang besar, mereka kerjanya berkelompok. Jangan sendiri
Isnawa menyampaiakn bahwa Pak Gubernur (Anies Baswedan) juga bilang kan, yang melihara buaya agar lapor. Jangan karena udah nggak bisa kasih makan, karena makannya banyak, terus diceburin aja. Itu kan bahaya. Sejak awal UPK Badan Air terbentuk yakni pada 2013 silam, tidak pernah ada laporan keberadaan buaya di lingkungan warga Ibu Kota. Kondisi lingkungan sungai yang tadinya jorok, kumuh, bau, dan penuh sampah, sekarang menjadi lebih baik dan terpelihara. Bahkan anak-anak pun jadi semakin senang mandi di danau dan banyak warga yang kembali memancing.
Yang namanya ekosistem kembali pulih, ketemu ular, ikan, kupu-kupu lagi. Di Ciliwung itu satwa-satwa khas Ciliwung seperti kura-kura, bulus, mulai ada lagi. Dulu banyak sampah, tercemar, dia tidak mau keluar. Meski ekosistem membaik, lanjut Isnawa, buaya yang mendadak muncul itu tidak dapat diprediksi asalnya. Selain dugaan peliharaan warga yang kabur atau sengaja dilepas, bisa juga binatang itu pada dasarnya memiliki tempat tinggal yang memang tersembunyi.
Tidak menutup kemungkinan juga buaya tersebut datang dari rawa. Dia mencari habitat dan lokasi berburu makanan yang lebih baik.Mungkin dia ada lubangnya, nggak pernah keluar selama ini, kita nggak tahu juga kan apa keluarnya malam doang. Tapi sejak ekosistem membaik, kok pada keluar. Seperti di Ancol ketemu, di Grogol ketemu. Kalau soal habitatnya menurut saya sih agak susah juga. Harus penelitian ahlinya juga.


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==