Penggunaan Facebook Dinikmati 52
Perusahaan Teknologi Besar
Karena
merupakan bagian dari kemitraan, maka tak bisa dimungkiri jika Facebook akan berbagi data
penggunanya dengan berbagai mitranya. Belakangan ini, perusahaan besutan Mark
Zuckerberg tersebut menanggapi permintaan data oleh House Energy & Commerce
Committee.
Dilaporkan Gizmodo dan
Engadget, Senin (2/7), Facebook telah memberikan sebanyak 747 halaman laporan
tentang transaksi berbagi data penggunana dengan perusahaan lain, termasuk di
antaranya 52 perusahaan teknologi.
Perusahaan teknologi yang
menikmati data-data Facebook antara lain Alibaba, Huawei, Lenovo, serta OPPO.
Meski demikian, kemitraan dengan 38 perusahaan di antaranya telah selesai
dilakukan. Sebagian karena perusahaan mengakhiri bisnisnya. Selain
perusahaan-perusahaan itu, Apple dan Amazon juga termasuk dalam perusahaan yang
menikmati data pengguna Facebook. Sementara perusahaan teknologi Tobii juga
melakukan kerja sama dengan Facebook untuk aplikasi pelacak gerak mata yang
memungkinkan digunakan untuk penderita ALS.
Facebook juga masih akan
bekerja sama dengan Alibaba, Mozilla dan Opera, yang memungkinkan notifikasi
Facebook tampil di peramban. Pihanya pun mengungkap, telah berbagi data dengan
61 developer aplikasi pihak ketiga termasuk Spotify. Kerja sama ini telah
berlangsung sejak 2014 dan baru akan diakhiri dalam waktu 6 bulan ke depan.
Memang,
pembagian data ini tidak selalu bertujuan jelek. Namun, ada kekhawatiran bahwa Facebook
membagikan data pengguna lebih banyak dari yang boleh mereka bagikan. Ada
kekhawatiran Facebook telah berbagi data di luar persetujuan Federal Trade
Commission (FTC) yang mengharuskan situs untuk mendapat izin sebelum
mengumpulkan lebih banyak data pengguna Facebook. Hal ini terntunya berkaitan
dengan privasi data seseorang.
