Awas, 7 Kebiasaan yang Dianggap Menyehatkan Ini Ternyata Justru Bisa Membahayakan Tubuh!
Meskipun
tidak semua orang mempraktekkan gaya hidup sehat, tapi nyaris sudah tidak dapat
dipungkiri bahwa semua orang ingin memiliki tubuh dan pikiran yang sehat. Gaya
hidup sehat merupakan suatu tujuan yang ingin diraih bagi banyak orang.
Sama
halnya dengan budaya, gaya hidup pun terbentuk dari pembelajaran. Proses
pembelajaran gaya hidup sehat yang terus dipraktikkan secara konsisten, akan
menjadi kebiasaan sehari-hari. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua
gaya hidup yang dianggap menyehatkan itu sebenarnya berdampak positif bagi
tubuh. Nah, biar nggak salah kaprah dan malah jadi berbahaya, berikut kebiasaan
sehari-hari yang dianggap menyehatkan tapi ternyata justru bisa membawa
penyakit bagi tubuh kita. Simak terus ya!
1.
Menggunakan hand sanitizer
Bagi para penggila
kebersihan, hand sanitizer adalah produk yang sangat penting untuk dibawa
kemanapun. Selain diusung-usung mampu membersihkan tangan dengan efektif,
penggunaan hand sanitizer pun akan lebih menghemat waktu jika dibandingkan
dengan mencuci tangan dengan air biasa. Meskipun begitu, ada baiknya jika kamu
meninggalkan kebiasaan ini karena kandungan hand sanitizer dapat membuat kulit
tangan kita menjadi kering dan rentan terkena iritasi.
Selain itu,
penggunaan hand sanitizer ternyata mampu membuat para bakteri terus
mengembangkan resistensi mereka sehingga nantinya mereka malah akan lebih sulit
untuk dienyahkan. Karena itu, selama masih ada air dan sabun, akan lebih baik
jika kamu mengurangi penggunaan hand sanitizer.
2.
Mengonsumsi antibiotic
Sama seperti hand
sanitizer, kebiasaan meminum antibiotik saat merasa tubuh kurang sehat pun
ternyata tidak baik. Saat kita baru mengonsumsinya, mungkin virus dalam tubuh
kita memang akan enyah. Akan tetapi, jika setiap kita merasa sakit kita
langsung meminum antibiotik, lama kelamaan virus pada tubuh kita akan kebal
sehingga nantinya dosis yang diperlukan oleh tubuh kita justru semakin tinggi.
Oleh karena itu, gunakanlah antibiotik jika memang benar-benar merasa perlu
atau sudah diberikan anjuran oleh dokter.
3.
Meminum air kemasan
Mungkin hampir semua
orang pernah meminum air dari kemasan botol yang dapat dengan mudah kita temui
di warung-warung. Produk air botolan yang dikeluarkan oleh pabrik sudah
mengalami penyaringan selama berkali-kali untuk menjamin kebersihan air yang
akan dijual kepada masyarakat. Akan tetapi, ternyata proses penyaringan itu pun
berpotensi untuk membunuh kandungan mineral yang dibutuhkan agar tubuh kita
tidak terkena dehidrasi. Meskipun tidak akan menyebabkan penyakit, tapi air
yang paling bagus ternyata adalah air yang masih didulang dengan cara
tradisional.
4.
Merasa sakit sedikit langsung pergi ke dokter
Ada orang-orang yang
memutuskan untuk pergi ke dokter setelah merasakan penyakitnya tidak
menunjukkan perbaikan dan ternyata sudah terlalu terlambat. Akan tetapi, ada
juga orang-orang yang sangat mengandalkan dokter dalam situasi kesehatan
mereka. Meski sebenarnya Namun perlu diingat juga bahwa rumah sakit atau tempat
praktek dokter merupakan tempat berhimpunnya virus-virus penyakit dari
pasien-pasien yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Orang yang sedang
terkena penyakit memiliki antibodi yang lemah. Di saat-saat rentan seperti itu,
virus-virus penyakit dapat lebih mudah menjangkiti tubuh kita. Ujung-ujungnya,
bisa saja penyakit kamu itu malah menjadi lebih parah karena kamu tertular oleh
virus dari tempat kamu berobat.
5.
Mengonsumsi ikan
Bukan sudah menjadi
rahasia lagi bahwa ikan mengandung protein yang sangat baik untuk tubuh.
Bahkan, kamu mungkin pernah mendengar ada orang tua yang mengatakan bahwa
orang-orang Jepang menjadi pintar karena mereka gemar memakan ikan. Ikan memang
memiliki khasiat yang sangat baik untuk metabolisme tubuh dan perkembangan
otak, tapi kandungan merkuri di dalam beberapa jenis ikan ternyata dapat
menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, kita juga perlu
membatasi konsumsi ikan kita.
6.
Mengonsumsi margarin
Margarin digunakan
orang-orang sebagai pengganti mentega yang kandungan lemaknya lebih banyak.
Lantas muncul anggapan bahwa margarin jauh lebih baik daripada mentega. Namun,
ternyata konsumsi margarin yang terlalu banyak dapat meningkatkan kolesterol
pada tubuh dengan pesat dan menyebabkan penyakit jantung. Mentega memang
memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, tapi margarin memiliki dua
kandungan lemak sekaligus, yaitu lemak jenuh dan lemak trans.
7.
Berenang
Kebiasaan ini
tentunya memang menyehatkan bagi tubuh kita, khususnya untuk kesehatan
paru-paru dan jantung. Akan tetapi, menjadikan renang sebagai olahraga rutin
ternyata kurang baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain bisa
menstimulasi ketegangan yang berlebih pada jantung, suhu tubuh pun tidak akan
terkondisi dengan efisien. Atlet-atlet renang saja biasanya membatasi porsi
latihan mereka di kolam dan lebih banyak menempa tubuh mereka lewat olahraga
lain seperti jogging, fitness, dan sebagainya.
Itulah
kebiasaan-kebiasaan yang sekilas tampak menyehatkan, tapi ternyata mampu
mengganggu kesehatan tubuh. Intinya, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak
baik, meskipun untuk kesehatan sekalipun. Hiduplah dengan seimbang dan dalam
moderasi ya, Girls!
Sumber:

