
Wikipedia. Berbicara
soal makanan memang tak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Apalagi sebagai
manusia, kita tak bisa hidup tanpa makanan. Dan seiring zaman yang makin
modern, manusia nampaknya jadi makin kehausan membuat inovasi makanan yang unik
dan berbeda. Salah satu yang sedang ngehits dan kekinian adalah makanan dengan
mencampurkan bahan kimia, nitrogen cair.
Jangan
kaget, kenalan dulu sama Gastronomi Molekuler
Seni
memasak dengan melibatkan bahan kimia seperti nitrogen cair diistilahkan
sebagai Gastronomi Molekuler (molecular gastronomy). Kalau mengutip dari
wikipedia, diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari transformasi
fisiokimiawi dari bahan pangan selama proses memasak dan fenomena sensori saat
mereka dikonsumsi. Atau bisa dikatakan sebagai proses mengolah makanan yang
ilmiah.
Lalu
yang menjadi pertanyaan, memangnya aman ya? Aman, karena boleh beredar dan
diperjualbelikan secara umum. Lagi pula, nitrogen cair yang dituangkan pada
makanan akan cepat menguap. Namun, perlu diingat juga bahwa cairan yang masih
tersisa di dasar wadah jangan sampai tersentuh langsung karena akan memberikan
efek thermal shock (akibat nitorgen cair berubah kembali menjadi gas
dengan cepat) yang lumayan sakit namun tidak membuat terluka. Seiring
berjalannya waktu, cairan yang tersisa juga akan ikut menguap dan wadah yang
didapatkan juga diberi pelindung agar tangan tidak bersentuhan langsung.
Nitrogen
Bukanlah Sesuatu yang Asing
Karena udara yang kita hirup juga
mengandung nitrogen di dalamnya.
Molecular Gastronomy Network, komposisi udara yang kita hirup adalah 78 persennya nitrogen, 21 persen oksigen dan sisanya gas-gas lain.
Molecular Gastronomy Network, komposisi udara yang kita hirup adalah 78 persennya nitrogen, 21 persen oksigen dan sisanya gas-gas lain.
Untuk
menghasilkan nitrogen cair, udara akan dicairkan dan nitrogen akan dipisahkan
dengan distilasi (penyulingan). Nitrogen cair ini memang punya sifat sangat
dingin karena memiliki titik didih yang rendah, yaitu bersuhu -195.8°C
(-320.5°F). Nah, karena sifat itu maka tidak heran jika nitrogen cair dapat
menjadi pembeku makanan yang instan.
Yang
membedakan, jika cara tradisional dengan freezer butuh waktu dan
menghasilkan kristal es yang besar dan pengaruh pada konsistensinya, dengan
nitrogen cair kristal es yang terbentuk lebih mikroskopis (kecil) sehingga
terasa lebih lembut.
Beginilah
yang dinamakan, the power of science! Ke depannya makanan yang kita
buat bukan soal asal campur, tetapi juga ada peran otak dan ilmu pengetahuan
yang bekerja di sana, mikir! Jadi, kapan buat "napas nagamu"? Rasa
makannya boleh biasa saja, tetapi sensasinya pasti jelas beda. Kamu harus
mencoba! Dijamin lucu dan sayang jika tidak diabadikan.
