PERNAH,
Mencoba Makanan Yang Satu Ini ??? Yuk Cobain !!

GROBOGAN, KOMPAS.com - Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah khususnya di Kecamatan Purwodadi,
kodok menjelma menjadi makanan khas yang digandrungi oleh masyarakat di sana.
Mereka menyebutnya Swike.
Hidangan ini dipercaya berasal dari pengaruh masakan Tionghoa yang masuk ke
Indonesia. Tekstur daging kodok dianggap serupa daging ayam. Bagi telinga warga
pada umumnya, Purwodadi sudah sejak lama mengantongi jargon sebagai " Kota Swike".
Kodok hijau yang habitatnya di persawahan itu, diracik dengan bumbu
tradisional menjadi makanan yang kesohor di kalangan para pecandunya. Masakan
berkuah layaknya sup yang konon merupakan perpaduan ramuan dari Tionghoa dan lokal
ini sangat mengakar kuat di Kabupaten Grobogan terutama di Kota
Purwodadi.
Luar biasa mudahnya menemukan warung makan swike di Purwodadi. Di sejumlah
titik pusat kota hingga perdesaan, ada banyak warga yang menjajakan masakan
yang mengandalkan bahan dasar tauco itu.
Seperti halnya rumah makan "Swike Asli Purwodadi" atau lebih
getol dengan sebutan swike 'Cik Ping' yang tak lain adalah nama pemilik rumah
makan ini. Tempat makan yang setiap harinya ramai dikunjungi para penikmat
kodok itu berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.
Rumah makan lintas generasi ini diklaim sudah ada sejak tahun 1901. Untuk
menunjukkan eksistensinya, pengelola pun menuliskan tahun perdana mereka
berdiri pada baliho yang terpampang di depan rumah makan sederhana tersebut.
Bukan perkara mudah, rumah makan 'Cik Ping' telah bertahan lebih dari
seabad. Selain warga Grobogan, tercatat pula warga luar kota acap kali
menyempatkan diri mampir di rumah makan ini.
Bahan utama hidangan ini adalah kaki kodok dengan dibumbui jahe, bawang
putih, garam, lada dan tauco. Swike dihidangkan dengan perasan jeruk nipis,
taburan bawang putih goreng, dan daun seledri.
Agar lebih lengkap, swike biasanya dinikmati dengan nasi putih. Hal
istimewa dari swike olahan Cik Ping adalah kekuatan kuahnya serta meresapnya
bumbu pada daging kodok.
Cik Ping menyisipkan ramuan rahasia dalam menciptakan tauco sebagai bahan
dasar membuat swike. Tauco sendiri merupakan hasil fermentasi kedelai hitam
atau kuning dan penambahan larutan garam.
"Swike kami istimewa pada tauconya. Kami juga memilih kecap yang
berkualitas untuk memadukan rasa manis pada kuah. Untuk yang berselera pedas,
kami sediakan ulek'an cabai," pungkas Cik Ping.
Harganya cukup terjangkau menyesuaikan rasa lezatnya. Swike kuah dihargai
Rp 20.000 per porsi. Ada pula pepes berisi telur, jeroan dan daging kodok
berbalut daun pisang dijual Rp 10.000 per bungkus.
Kodok goreng tepung atau mentega Rp 25.000 per porsi. Tongseng dan rica
kodok Rp 25.000 per porsi serta Rambak atau kerupuk kulit kodok Rp 4.000
sebungkus.
